Prestasi atau Petaka? Sebuah Teguran dari Tuhan Untukku
Perkenalkan, Nama saya 060113768,
Seorang Anak laki2 yang saat ini masih berusia 3 Tahun 4 Bulan
Tadi pagi Ayah membelikanku Ayam Goreng yang sangat Nikmat, Ayam Goreng ini memang terkenal kenikmatannya dan hanya segelintir yang dianggap berprestasilah yang diberi Ayah hadiah Ayam Goreng ini. Maklum anak Ayah sangat banyak jumlahnya, Ribuan mungkin. Makanya Ayah harus memilih Anak2 terbaiklah yang mendapatkan Reward Ayam Goreng tersebut.
Semua anak pasti ingin mendapatkan, tapi diantara sekian banyak, sayalah yang beruntung mendapatkannya. Alhamdulillah
Kusantap dengan lahap dan penuh sukacita Ayam Goreng tersebut, Aku bahagia.
Tapi baru berselang sejam, Ayah datang lagi padaku membawa sebungkus Nasi Padang.
Kata Ayah aku adalah anak baik dan berprestasi, makanya diberi lagi Nasi Padang. Aku semakin bahagia.
Tapi Ayah menyuruhku menghabiskan semuanya saat itu juga
Aku bingung karna tak mungkin kuhabiskan kedua2nya, aku memilih untuk tetap konsen menikmati Ayam Gorengku dan berniat memberikan Nasi Padang itu ke Saudara2ku yang lain,
Tapi koq Ayah marah padaku? Katanya aku tak menghargai pemberian,. Katanya aku tak Mengindahkan Perintahnya untuk menghabiskan kedua menu itu.
Aku membela diri bahwa lambungku tak sanggup menampung terlalu banyak makanan, tapi koq malah dipersalahakan? Koq Ayah malah mengancam akan menarik kembali hadiah Ayam Goreng tadi?
Aku terdiam, tak berani lagi ber-Argumen
Sakit hatiku diperlakukan seperti ini, sebuah ketidak-adilan yang menggores terlalu dalam.
Prestasi yang membawa petaka bagiku,….
Dan mungkin merupakan sebuah teguran dari Tuhan padaku
Yang jelas, inilah cara Ayah menegur dan mendidik anaknya
Semoga menjadi pelajaran berharga di kemudian hari dan Semoga cobaan ini cepat berlalu tanpa meninggalkan luka berarti ditubuhku,
Walaupun goresan dihati yang terlanjur tertoreh tak akan terobati sampai kapanpun.

